Langsung ke konten utama

SEMARAK PAWAI KARNAVAL KONTINGEN PCM GAYAM WUJUD NYATA SEMANGAT KEBANGSAAN PERSYARIKATAN

Pawai Karnaval HUT RI ke-80 Kontingen PC. Muhammadiyah Gayam (doc. Yayuk Sriwahyuni)


SMAMUGA - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gayam bersama seluruh Ortom (Organisasi Otonom) (Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan Hizbul Wathon, serta KL. Lazismu Gayam) dan Amal Usaha Muhammadiyah (SMA Muhammadiyah 4 Gayam, MDT Muhammadiyah 1 dan MDT Muhammadiyah 2), serta Amal Usaha Aisyiyah (TK/PAUD ABA Siti Khatija 1 Gayam) turut serta dalam memperingati dan memeriahkan Karnaval Kemerdekaan HUT ke-80 RI yang diselenggarakan oleh Kecamatan Gayam pada hari Sabtu (30/08/2025).

Drumband Gema Sang Surya SMAMUGA (doc. Yudi Anshori)

Rombongan Muhammadiyah tampil semarak dengan menampilkan berbagai kreasi yang menggambarkan semangat kebangsaan, nilai keislaman, serta gerakan dakwah persyarikatan. Barisan peserta terdiri dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Hizbul Wathan serta KL. Lazismu Gayam. Dimeriahkan juga drumband “Gema Sang Surya” dari SMA Muhammadiyah Gayam, Drumband “Sang Pencerah” dari PAUD ABA Siti Khatija 1 Gayam, Musik Perkusi dari wali murid PAUD ABA Siti Khatija 1 Gayam, beserta tari kreasi oleh siswi MDT Muhammadiyah 2 Gayam.

Baju Kreasi PAUD ABA Siti Khotija (doc. Yudi Anshori)

Drumband Sang Pencerah PAUD ABA Siti Khotija (doc. Yudi Anshori)

Ketua PCM Gayam, Asmuni, S.Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan Muhammadiyah dalam karnaval ini merupakan bentuk syiar sekaligus kontribusi nyata dalam memeriahkan hari kemerdekaan. “Kami ingin menunjukkan bahwa semangat perjuangan kemerdekaan harus terus dihidupkan, sekaligus Muhammadiyah hadir untuk selalu berkhidmat bagi umat, bangsa, dan negara,” tuturnya.

Musik Perkusi Tong-Tong Wali Murid PAUD ABA Siti Khotija (doc. Yudi Anshori)

Karnaval berlangsung meriah dengan peserta dari berbagai instansi, lembaga, organisasi masyarakat, dan desa se-Kecamatan Gayam. Ribuan Masyarakat tampak antusias menyaksikan penampilan peserta di sepanjang rute karnaval.

Peserta Tari Kreasi MDT Muhammadiyah 2 Gayam (doc. Yudi Anshori)

Semangat kebangsaan dan syiar dakwah, rombongan Muhammadiyah tampil kompak, kreatif, dan penuh energi. Kehadiran ini menjadi wujud nyata kecintaan Muhammadiyah pada bangsa sekaligus ikhtiar memperkuat ukhuwah islamiyah. Walaupun keikutsertaan Kontingen Muhammadiyah tidak dinilai, namun mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat.

Muhammadiyah berharap dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat ukhuwah, serta menginspirasi generasi muda untuk terus melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa.

“Semangat kemerdekaan harus terus dihidupkan. Muhammadiyah akan selalu berkhidmat untuk umat, bangsa, dan negara.” (*)


Penulis Yudi Anshori
Editor Abu Hasna

#Muhammadiyah #PCM_Gayam #Aisyiyah #Pemuda_Muhammadiyah #Nasyiatul_Aisyiyah #KL_Lazismu_Gayam #SMAMUGA #MDT_Muhammadiyah_1 #MDT_Muhammadiyah_2 #PAUD_ABA_Siti_Khotija_1 #Karnaval_Kemerdekaan #HUT_RI_80 #Bersatu_Berdaulat #Rakyat_Sejahtera #Indonesia_Maju

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Juara Karnaval Unik Gayam Dipersoalkan, SMA Muhammadiyah Soroti Kompetensi Juri Hingga Dugaan Pelanggaran Technical Meeting

Pertemuan Panitia Penyelenggara HUT RI Ke-81 Bersama Pembina Tim Kreatif SMAMUGA SMAMUGA.CO — Penetapan juara Festival Karnaval Unik bertema “Daur Ulang, Selamatkan Lingkungan” di Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, menuai polemik. Pihak SMA Muhammadiyah 4 Gayam mempertanyakan dasar penilaian juri dan konsistensi panitia dalam menerapkan hasil technical meeting pada pelaksanaan karnaval, Senin (30/8/2026). Keberatan tersebut disampaikan dalam pertemuan klarifikasi di Pendopo Kecamatan Gayam, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. SMA Muhammadiyah diwakili Bapak Ilham, sedangkan Panitia Induk Kecamatan diwakili Ketua Panitia Bapak Agus bersama Bapak Didik. Bapak Ilham menilai hasil penetapan juara sarat kontroversi. Ia bahkan mempertanyakan kompetensi serta kredibilitas juri setelah diketahui bahwa juri yang ditunjuk bukan berasal dari kalangan ahli seni, budaya maupun sastra. Padahal, menurut Ilham, konsep yang ditampilkan SMA Muhammadiyah 4 Gayam tidak sekadar mengandalkan kost...

DI BAWAH GARDU HARAPAN, OLEH : FERI JATMIKO

  Ilustrasi Di Bawah Gardu Harapan Pulau Salidi (dok. Abu Hasna) DI BAWAH GARDU HARAPAN Oleh : Feri Jatmiko Harapan demi harapan tumbuh di langit Pulau Salidi, namun harapan itu kerap patah sebelum sempat menjelma. Di laut, alat transportasi ibarat ombak yang menjadi soal; di darat, gelap menjadi kebiasaan. Segala problematika menyatu, menjelma tebing tinggi yang curam dan menjadi tempat manusia belajar pasrah sebelum sempat melawan. Malam itu di pulau Salidi selalu datang dengan cara yang sama: gelap. Pemadaman listrik bukan lagi peristiwa, melainkan tradisi. Di bawah cahaya damar dan lilin, warga berkumpul, menyeruput kopi, membicarakan nasib yang seolah tak pernah berubah. “Salah satu mesin PLN mati lagi katanya,” ujar seorang lelaki paruh baya. “Kita sudah mengeluh sejak dulu, tapi tetap saja begini.” Di rumah bambu yang lain, di bawah nyala dhamar talpek, suara-suara serupa terdengar. Mereka membicarakan kapal feri yang kian uzur, mesin yang sering mogok, dan badan kapal yang ...

KAJIAN RAMADHAN PART 2 : RAMADHAN SYAHRUL QURAN

Foto Bersama Peserta Putra Kajian Ramadhan Dengan Muballigh (Abu Hasna/SMAMUGA) SMAMUGA - SMA Muhammadiyah 4 Gayam mengelar Kajian Ramadhan di hari kedua pada Jumat (7/3/2025), yang menjadi muballigh kali ini adalah Ustadz Subdiyanto di Musholla Al-Ghuroba' SMA Muhammadiyah 4 Gayam, Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep. Kajian Ramadhan kali ini mengangkat tema "Ramadhan Syahrul Quran". Kegiatan dilaksanakan mulai dari pukul 07.30 - 10.00 WIB. Diawali dengan pelaksanaan Shalat Sunnah Dhuha, Mengaji Surah Al-Kahfi, dan dilanjutkan dengan Kajian Ramadhan yang diisi oleh Ustadz Subdiyanto. Beliau adalah salah satu pengajar Al-Quran di Musholla Darul Arqom, Desa Gayam, Kepulauan Sapudi, Kabupaten Sumenep. Ustadz Subdiyanto menuturkan bahwa; "Inilah waktu yang kita nanti-natikan selama setahun lamanya. Ada perasaan kangen, rindu kepada Ramadhan. Biasanya orang rindu itu tidak ingin berpisah. Ketika ia bertemu, ia akan selalu merasa enak, enjoy, senang dan bahagia. Itulah ...