Salah Satu Rumah Warga Saat Dikunjungi TNI di Kepulauan Sapudi (doc. Abu Hasna)
Sembuhlah Sapudiku, Sembuhlah Alamku
Oleh : Feri Jatmiko
Lagi dan lagi
Masih terus sama
Sapudi lagi
Sapudi lagi
Gempa datang silih berganti
Sudah dua minggu lebih tepatnya tiga belas hari setalah gempa besar tiga puluh September tempo hari.
Masyarakat hidup dalam bayang-bayang ketakutan, banyak yang hidup dan istirahat diluar rumah takut dan trauma gempa datang saban waktu dan harinya.
Isu liar merebak kemana-mana, pengeboran Migas dituding jadi pemicu utamanya, meski ada sangkalan-sangkalan ilmiah lainnya tapi pemerintah dan perusahaan yang dimaksud tak pernah mengkonfirmasinya.
Pemerintah tak pernah datang untuk meringankan ketakutan dan membantu ketenangan secara psikis, bahkan meneliti dan mengklarifikasi narasi yang berkembang di masyarakat Sapudi.
Gempa lagi
Gempa lagi
Lagi dan lagi
Munajat dan do'a terus ditengadahkan pada Tuhan, agar bumi kembali tenang dan bersahabat kembali dengan isi alam.
Meski diri kita sadar bumi seringkali kita sakiti.
Tanah sering kita sakiti,
laut sering kita lukai,
pasir sering kita sakiti,
pohon sering kita tebangi.
Saatnya manusia berdamai dan meminta maaf pada alam, hati serta pikiran perlu kita selaraskan.
Tenanglah alamku
Tenanglah bumiku
Kau adalah saudaraku
Aku adalah saudaramu.
kita sama-sama luka
Kita sama-sama ingin sembuh
Semoga kita saling menyembuhkan
Gayam, Oktober 2025

Komentar
Posting Komentar